Anda takut untuk berbicara, minder disaat berhadapan dengan orang lain dan mudah kehilangan cara Anda untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain ?
Apakah rasa malu Anda merupakan kekurangan yang nyata dalam kehidupan Anda sehari-hari? Cobalah mengikuti beberapa tips sederhana ini untuk membantu anda mengatasinya.
Ketika Anda berbicara, memulai percakapan, lulus ujian lisan, Anda cenderung minder, irama jantung anda cepat, rasa serak di tenggorokan akan menghalangi Anda untuk berbicara, kaki Anda menjadi gemetar ...Anda dapat memperbaiki situasi seperti ini.
Menjadi pemalu memang sudah kodrat manusia dan hal ini tidak dapat dihindari!Rasa malu biasanya berakar pada masa kanak-kanak, setelah peristiwa emosional rapuh.
Takut gagal, takut salah menilai, takut mengecewakan ... Seorang pemalu sering membawa cahaya negatif yang meragukan kemampuan mereka untuk berhasil dan sering merasa bahwa orang lain lebih baik dari mereka sendiri.
9 tips untuk belajar mengatasi rasa malu:
1. Jangan malu dari rasa malu Anda. Terimalah diri Anda apa adanya dan anggap hal itu wajar! Kurang dari Anda berpikir, semakin banyak kesempatan berbenah, semakin terbuka lebar keberhasilan.
2. Jangan takut akan pendapat orang lain.
Belajar untuk menerima kritik ketika ada seseorang memberikan respon terhadap diri anda dan membiarkan komentar yg mungkin kurang menyenangkan bagi Anda. Tapi justru itulah tantangannya, anda jadi tahu apa2 yg jadi kelemahan anda sekarang..
3. Bicara tentang rasa malu dengan keluarga Anda.
Jelaskan kepada orang lain apa yang Anda rasakan, Anda dapat mengidentifikasi hal2 apa saja yang membuat Anda tertekan, situasi apa yang anda hadapi, apa yang orang respon terhadap diri anda...
4. Berlatih olahraga dapat membantu Anda meminimalisir rasa malu Anda berkat hubungan sosial yg timbul akibat sering berkumpul dg kawan2.
5. Berperan seperti layaknya teater/pertunjukan untuk belajar bagaimana berbicara kepada orang lain tanpa rasa malu.
6. Belajarlah untuk berkata. Berani mengatakan tidak.
Seringkali kita menerima begitu saja sesuatu yg sebenarnya ridak sreg dengan pilihan hati kita sendiri dikarnakan takut/malu untuk menolaknya... Maka, mulailah dari sekarang... !!
7. Belajar untuk bernapas dengan tenang.
Sebelum ujian atau wawancara kerja misalnya, tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan kemudian keluarkan perlahan-lahan untuk mengevakuasi stres dan ketakutan akan hilangnya kesempatan.
8. Berpikir positif.
Jangan berpikir terlalu sempit, ''wah, otak saya tidak encer2 amat.. Mana bisa berhasil''. fikiran semacam itu merupakan salah satu gambarannya. Intinya, anda lupa bahwa suatu keberhasilan ditentukan oleh segelintir kecerdasan, tetapi juga seabrek kesempatan. Yakinlah, bahwa Anda tidak bernilai lebih rendah daripada yang lain, Anda cukup mampu mencapai target yg diinginkan.
9. Bergaul dengan Orang yg Berkompeten Dibidangnya.
Jika rasa malu Anda merusak hidup Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Dia akan mencarikan jalan terbaik buat Anda, menemukan kata-kata dan cara-cara untuk membantu Anda menyetir rasa malu Anda.
Tuesday, July 5, 2011
Monday, July 4, 2011
Jangan Menyetrika Baju/Menyeterika Pakaian Pada Saat Masih Basah/Lembab/berair
Ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat mencuci, menjemur, menyetrika, melipat dan menyimpan baju-baju pakaian kita maupun milik orang lain. Dalam menyeterika baju, celana, pakaian dalam, kaus kaki, topi, kaos, dasi, dan lain sebagainya perlu mengikuti kaidah-kaidah yang baik dan benar. Salah satu kaidah penting dalam dunia setrika-menyetrika pakaian adalah tidak boleh menyetrika pakaian saat masih basah atau masih belum kering benar (lembab).
Jika kita berani melanggar peraturan dasar yang satu ini maka konsekuensi yang akan kita hadapi adalah bahan pakaian kita akan lebih cepat rusak. Hasil setrikaan pun akan buruk, karena ada kemungkinan bahan pakaian yang kita seterika paksa tadi akan jadi kaku, kering, dan mengeluarkan bau yang kurang sedap. Oleh karena itu sebaiknya kita jangan meremehkan proses pengeringan atau penjemuran pakaian. Pastikan baju-baju kita telah kering benar sebelum masuk ke tahapan penyetrikaan. Semoga tips ringan ini berguna bagi kita semua.
Jika kita berani melanggar peraturan dasar yang satu ini maka konsekuensi yang akan kita hadapi adalah bahan pakaian kita akan lebih cepat rusak. Hasil setrikaan pun akan buruk, karena ada kemungkinan bahan pakaian yang kita seterika paksa tadi akan jadi kaku, kering, dan mengeluarkan bau yang kurang sedap. Oleh karena itu sebaiknya kita jangan meremehkan proses pengeringan atau penjemuran pakaian. Pastikan baju-baju kita telah kering benar sebelum masuk ke tahapan penyetrikaan. Semoga tips ringan ini berguna bagi kita semua.
Tipe Lelaki Berdasarkan Cara Pipis
Lelaki Pemalu:
Jika merasa dilihat atau dilirik orang lain, pipisnya tidak keluar, tapi pura-pura menyiram, keluar, lalu kembali lagi kemudian.
Lelaki Malu-maluin:
Pipis di celana.
Lelaki Suka Melamun:
Membuka kancing leher kemeja, mengeluarkan dasinya, lalu pipis di celana.
Lelaki Efisien:
Meskipun sudah waktunya pipis, tapi ditahan dulu sampai kebelet buang air besar, baru kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu yang sama.
Lelaki Pemabuk:
Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu pipis di celana.
Lelaki Palsu:
Pipis di toilet cewek !
Lelaki Pelit:
Kalau buang air besar di WC Umum, ngakunya pipis (biar bayar murah).
Lelaki Edan:
Makai celana yang abis dipipisin.
Lelaki Sarap:
Pakai celana yang habis dipipisin, tapi dicium dulu, kali-kali aja baunya sudah jadi bau.
Lelaki Kreatif:
Kalau pipis kakinya diangkat satu…
Lelaki Irit:
Kagak pernah pipis seumur-umur.
Lelaki Nekad:
Suka "mipisin" isteri tetangga.
Lelaki Funky:
Pipis di tempat umum.
Lelaki Sial:
Maunya pipis air, yang keluar malah batu.
Lelaki Enjoy:
Pipis sambil merem-melek.
Lelaki Hemat Waktu:
Cuma buka resleting, dikeluarin, terus langsung pipis.
Lelaki Moody:
Biasa pake pampers… hehehe…
Lelaki Kurang Ajar:
Lagi pipis… eh kentut… pura-pura cuek lagi!
Lelaki Buta Huruf:
Di urinoir sudah ada tulisan "RUSAK" … eh… masih dipipisin juga.
Lelaki Turunan Kucing:
Nggak bisa liat barang baru, diendus-endus, terus dipipisin.
Lelaki Sabar:
Nungguin air cebok gak keluar-keluar, manteeeng aja di urinoir.
Lelaki Hip-hop:
Pipis sambil kejang-kejang breakdance.
Lelaki Pembenci:
Sesudah pipis trus ngeludahin pipisnya.
Lelaki Ramah:
Ngajak ngobrol sambil pipis, sampe temennya nggak bisa pipis.
Lelaki Percaya Diri:
Habis pipis, anunya dibawa jalan-jalan ke wastafel, trus cebok di wastafel.
Lelaki Pelupa:
Sudah pipis, keluar toilet, buru- buru balik lagi, karena masih pingin pipis beberapa tetes lagi.
Lelaki Dermawan:
Pipis di WC Umum, pipisnya nggak keluar, tapi tetep bayar.
Lelaki Gaya:
Pipisnya sambil tangan yang satu tolak pinggang.
Lelaki Arogan:
Pipisnya sambil tangan dua-duanya tolak pinggang.
Lelaki Komunikatif:
Pipis sambil ketik SMS.
Lelaki Sibuk:
Selalu nunggu sampe kebelet bangeeet …, terus terbirit-birit ke toilet.
Lelaki Belum Dewasa:
Pipisnya belum bisa lempeng.
Lelaki Romantis:
Pipisnya sambil mendesah ahh…
Jika merasa dilihat atau dilirik orang lain, pipisnya tidak keluar, tapi pura-pura menyiram, keluar, lalu kembali lagi kemudian.
Lelaki Malu-maluin:
Pipis di celana.
Lelaki Suka Melamun:
Membuka kancing leher kemeja, mengeluarkan dasinya, lalu pipis di celana.
Lelaki Efisien:
Meskipun sudah waktunya pipis, tapi ditahan dulu sampai kebelet buang air besar, baru kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu yang sama.
Lelaki Pemabuk:
Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu pipis di celana.
Lelaki Palsu:
Pipis di toilet cewek !
Lelaki Pelit:
Kalau buang air besar di WC Umum, ngakunya pipis (biar bayar murah).
Lelaki Edan:
Makai celana yang abis dipipisin.
Lelaki Sarap:
Pakai celana yang habis dipipisin, tapi dicium dulu, kali-kali aja baunya sudah jadi bau.
Lelaki Kreatif:
Kalau pipis kakinya diangkat satu…
Lelaki Irit:
Kagak pernah pipis seumur-umur.
Lelaki Nekad:
Suka "mipisin" isteri tetangga.
Lelaki Funky:
Pipis di tempat umum.
Lelaki Sial:
Maunya pipis air, yang keluar malah batu.
Lelaki Enjoy:
Pipis sambil merem-melek.
Lelaki Hemat Waktu:
Cuma buka resleting, dikeluarin, terus langsung pipis.
Lelaki Moody:
Biasa pake pampers… hehehe…
Lelaki Kurang Ajar:
Lagi pipis… eh kentut… pura-pura cuek lagi!
Lelaki Buta Huruf:
Di urinoir sudah ada tulisan "RUSAK" … eh… masih dipipisin juga.
Lelaki Turunan Kucing:
Nggak bisa liat barang baru, diendus-endus, terus dipipisin.
Lelaki Sabar:
Nungguin air cebok gak keluar-keluar, manteeeng aja di urinoir.
Lelaki Hip-hop:
Pipis sambil kejang-kejang breakdance.
Lelaki Pembenci:
Sesudah pipis trus ngeludahin pipisnya.
Lelaki Ramah:
Ngajak ngobrol sambil pipis, sampe temennya nggak bisa pipis.
Lelaki Percaya Diri:
Habis pipis, anunya dibawa jalan-jalan ke wastafel, trus cebok di wastafel.
Lelaki Pelupa:
Sudah pipis, keluar toilet, buru- buru balik lagi, karena masih pingin pipis beberapa tetes lagi.
Lelaki Dermawan:
Pipis di WC Umum, pipisnya nggak keluar, tapi tetep bayar.
Lelaki Gaya:
Pipisnya sambil tangan yang satu tolak pinggang.
Lelaki Arogan:
Pipisnya sambil tangan dua-duanya tolak pinggang.
Lelaki Komunikatif:
Pipis sambil ketik SMS.
Lelaki Sibuk:
Selalu nunggu sampe kebelet bangeeet …, terus terbirit-birit ke toilet.
Lelaki Belum Dewasa:
Pipisnya belum bisa lempeng.
Lelaki Romantis:
Pipisnya sambil mendesah ahh…
Subscribe to:
Posts (Atom)