Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Thursday, June 23, 2011

10 Final Piala FA paling dikenang

Piala FA memang tak semegah Liga Inggris dan Piala Liga. Meski bertajuk kompetisi tertua di dunia, kini Piala FA dinilai sebagai kasta kedua oleh klub-klub Inggris. Tapi, bukan berarti persaingan di partai final tak berlangsung menarik. Musim ini, partai final akan mempertemukan dua klub Biru. Si Biru Chelsea berhasil melaju ke final setelah menekuk Arsenal 2-1. Sedangkan Merseyside Biru Everton berhasil menaklukkan skuad muda Manchester United 4-2 lewat drama adu penalti.

Nah, sebagai pengantar laga final musim ini yang akan digelar 30 Mei 2009, tentu tak salah membuka memori partai-partai final di Piala FA. Berikut 10 final FA terbaik yang dirangkum The Sun:

10. 1958 - Bolton 2-0 Manchester United
Manchester United melakoni partai final dengan hati yang masih pedih setelah tragedi jatuhnya pesawat di Munich. Bolton berhasil memanfaatkan itu dengan mencetak gol cepat lewat Nat Lofthouse saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Bahkan, Lofthouse berhasil mencetak gol kedua di menit ke-55. Uniknya gol Lofthouse ini akan selalu dikenang. Saat bola berada di tangan kiper MU, Harry Gregg, Lofthouse mendorong sang kiper hingga masuk gawang. Namun, itu disyahkan sebagai gol.

9. 1970 - Chelsea 2-1 Leeds United (Replay)
Setelah bermain imbang dalam pertandingan 120 menit di Wembley, duel replay (ulangan) di gelar di markas Manchester United, Old Trafford. Mick Jones membuat Leeds unggul di menit 35. Namun, Peter Osgood berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Dave Webb akhirnya mampu menjadi penentu kemenangan setelah berhasil mencetak gol dengan pipinya di masa injury time (104'). Chelsea akhirnya mencatat kemenangan pertama di FA.

8. 1979 - Arsenal 3-2 Manchester United
Segalanya bisa terjadi dalam hitungan menit. Arsenal berhasil unggul dua gol lewat Brian Talbot dan Frank Stapleton sebelum turun minum. Arsenal sepertinya akan unggul saat pertandingan menyisakan empat menit. Gordon McQueen dan Sammy McIlroy berhasil mencetak dua gol penyama kedudukan. Namun, Arsenal kembali memimpin satu menit setelah gol McIlroy lewat Alan Sunderland di menit 89.

7. 1973 - Sunderland 1-0 Leeds
Sangat sederhana, tidak ada yang mengunggulkan Sunderland saat bertemu Leeds di Wembley. Tapi, lebih tidak disangka lagi jika kiper Sunderland, Jim Montgomery mampu tampil gemilang. Setelah The Mackems unggul lewat tendangan voli Ian Portefield di menit 31, Leeds terus mengurung Sunderland. Namun, Montgomery mampu mengamankan gawangnya meski harus sambil berguling. Aksi paling menawan terjadi saat Montgomery berhasil menyelamatkan gawangnya dari bola tandukan Trevor Cherry. Aksi penyelamatan dengan menggunakan kaki itu membuat namanya selalu dikenang pendukung The Black Cats.

6. 1981 - Tottenham 3-2 Manchester City (Replay)
Setelah Tommy Hutchison mencetak gol, baik buat timnya The Citizens dan Tottenham Hotspur lewat gol bunuh diri, pertandingan ulangan digelar di Wembley kembali. Striker Spurs, Ricardo Villa dan striker The Citizens, Steve Mackenzie bertukar gol hanya dalam waktu 10 menit babak pertama. The Citizens kemudian unggul lewat Kevin Reeves saat babak kedua baru berjalan lima menit. Namun, Spurs kembali menyamakan kedudukan lewat Garth Crooks. Villa pantas menjadi pahlawan Spurs setelah mampu mencetak gol indah dengan melewati Tony Caton, Ray Ranson dan Caton lagi sebelum akhirnya menundukkan Joe Corringan.

5. 1990 - Manchester United 3-3 Crystal Palace
Gary O'Reilly membuat Crystal Palace unggul di menit 18. Namun, Bryan Robson berhasil menyamakan kedudukan. Mark Hughes membuat MU unggul. Namun, dua gol Ian Wright berhasil membuat The Eagles berbalik unggul. Beruntung, Hughes kembali menyamakan kedudukan. Partai ulangan akhirnya kembali digelar. Giliran bek Lee Martin menjadi mimpi buruk buat Crystal Palace. Ia mencetak gol penentu kemenangan Setan Merah.

4. 1988 - Liverpool 0-1 Wimbledon
Ini menjadi hari bersejarah bagi Wimbledon. Kalah kualitas pemain, Wimbledon pilih memainkan bola-bola jauh. Meski The Reds terus menggedor pertahan Wimbledon, namun justru The Dons akhirnya merengkuh gelar lewat gol tunggal Lawrie Sanchez memanfaatkan tendangan bebas Dennis Wise.

3. 1987 - Coventry 3-2 Tottenham
Clive Allen membuat Coventry City unggul saat pertandingan baru berjalan dua menit. Namun, itu berhasil dibalas Dave Bennett tujuh menit kemudian. Gary Mabbutt membuat Spurs kembali unggul sebelum akhirnya tandukan Keith Houchen merubah kedudukan 2-2. Babak perpanjangan waktu digelar. Namun, Mabbutt justru menjadi pecundang setelah mencetak gol bunuh diri.

2. 1953 - Blackpool 4-3 Bolton
Striker Blackpool, Stan Mortensen berhasil mencetak hattrick pertama selama final FA. Tapi, pendatang baru Bolton, Nat Lofthouse juga berhasil membuat rekor tersendiri. Ia berhasil mencetak gol di setiap babak sebelum akhirnya Bolton berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat tambahan gol dari Moir dan Bell. Namun, Bill Perry akhirnya mengandaskan impian Bolton di injury time.

1. 2006 - Liverpool 3-3 West Ham
Laga Liverpool kontra West Ham ini pantas menjadi laga paling dramatis di Millenium Stadium, kandang Cardiff. The Reds difavoritkan menjadi juara saat itu. Tapi, gol bunuh diri Jamie Carragher membuat West Ham unggul. Bahkan, Dean Ashton berhasil menggandakan keunggulan. Namun, gol Djibril Cisse kembali membuka harapan The Reds. Liverpool akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat Steven Gerrard. Paul Konchesky kembali membuat The Hammers unggul, dan Gerrard kembali menyamakan kedudukan di injury time. Setelah melewati perpanjangan waktu kedudukan tidak berubah. Liverpool akhirnya berhak mengangkat trofi setelah unggul dalam drama adu penalti 3-1 atas The Hammers.

5 Pesepakbola tertinggi di dunia

Selama ini kita mengetahui bahwa Jan Koller (Republik Ceko) dan Peter Crouch (Inggris) adalah pesepakbola dengan ukuran tinggi badan yang tak awam. Tapi tahukah Anda jika kedua pemain tidak masuk ke dalam daftar 5 pesepakbola tertinggi di dunia ini. Berikut daftar pesepakbola yang memiliki tinggi melebihi Jan Koller (202 cm) dan Peter Crouch (201 cm) seperti dilansir dari Thebesteleven:

1. Kristof van Hout – 208 cm
Penjaga gawang berkebangsaan Belgia ini bermain untuk klub Liga Belgia, Standard Liege. Dengan tubuh menjulang setinggi 2,08 meter, pesepakbola ini dianggap yang paling tinggi di dunia.

2. Yang Changpeng – 205 cm 
Saat ini, striker asal China yang pernah dicoba oleh klub Liga Ingris, Bolton Wanderers ini bermain untuk klub Three Gorges Kangtian, China. Pemain ini juga dijuluki sebagai Peter Crouch-nya China.

3. Vanja Iveša – 205 cm

 Kiper Kroasia ini bermain untuk klub Liga Turki, Eskisehirspor.

4. Tor Hogne Aarøy – 204 cm

Tor Hogne Aarøy (lahir 20 Maret 1977) adalah striket Norwegia yang bermain untuk JEF United di Jepang. Sebelum bermain di Negeri Matahari Terbit, pemain jangkung ini bermain di klub Aaslesun FK di Norwegia.

5. Øyvind Hoås – 203 cm
 Striker Norwegia ini bermain di divisi 2 di Norwegia bersama klub Sparta Sarpsborg FK. Dia juga seorang mantan pemain nasional Norwegia untuk usia 21 tahun dan telah dikaitkan dengan Norwich City.



 

Tuesday, April 12, 2011

JULUKAN UNIK 32 KONTESTAN PIALA DUNIA 2010


Sebanyak 32 negara sudah menyelesaikan pertandingan di Afrika Selatan 2010. Berasal dari negara berbeda, sebanyak 32 tim nasional itu juga punya julukan berbeda.
Biasanya, julukan tim berasal dari warna kostum yang dipakai. Misalnya Italia dan Belanda. Ada juga yang menggunakan karakter fiktif demi menggambarkan kekuatan tim tersebut. Biasanya ini dipakai oleh tim-tim Afrika.
Sebagian, ada yang mendapatkan julukan sesuai fakta tim saat ini, atau setidaknya dalam beberapa tahun terakhir. Ada juga yang menggunakan bahasa ibu dari masing-masing negara.

Berikut adalah julukan 32 negara peserta putaran final Piala Dunia 2010 beserta keterangannya:


1. Afrika Selatan = Bafana-Bafana, The Boys
2. Aljazair = Les Fennecs, The Dessert Foxes (Rubah Gurun)
3. Amerika Serikat = Sam's Army
4. Argentina = Albiceleste (Putih dan Biru)
5. Australia = Socceroos
6. Belanda = De Oranje (Si Orange)
7. Brasil = Selecao (Selection atau yang terpilih)
8. Cile = La Roja (Si Merah)
9. Denmark = Olsens Elleve, Olsen's Eleven (Merujuk pada pelatih Morten Olsen. Sebelumnya,        lantaran keberhasilan pada 1992, Denmark dijuluki Tim Dinamit)
10. Ghana = The Black Stars
11. Honduras = La H (merujuk pada lambang H di logo para pemain timnas)
12. Inggris = The Three Lions (merujuk pada jumlah singa di lambang FA)
13. Italia = Gli Azzuri (dalam bahasa Italy artinya BIRU)
14. Jerman = Der Panzer, Natioanl Mannschaft (timnas), DFB Elf (DFB Eleven), atau National Elf. Die Mannschaft biasanya digunakan oleh media-media di luar Jerman.
15. Jepang = Blue Samurai
16. Kamerun = Indomitable Lions (Singa Perkasa)
17. Korea Utara = Chollima (Tokoh mistis Korea berbentuk kuda)
18. Korea Selatan = Taegeuk Warriors, Red Devils
19. Meksiko = El Tri (kependekan dari "tricolor" yang merujuk pada komposisi bendera negara)
20. Nigeria = Super Eagles
21. Paraguay = La Albiroja (Putih-Merah), Guarani (dari suku asli Paraguay)
22. Pantai Gading = Les Elephants, The Elephants
23. Perancis = Les Bleus, The Blues
24. Portugal = Seleccao das Quinas (merujuk pada 5 perisai di lambang Portugal)
25. Selandia Baru = All Whites (Uniknya, tim rugbi negara tersebut dijuluki All Blacks)
26. Serbia = Beli Orlovi, White Eagles (Merujuk pada kepala elang di logo seragam Serbia)
27. Slovakia = Repre
28. Slovenia = Igralci (tim nasional)
29. Spanyol = La Furia Roja (Merah Menyala)
30. Swiss = Scweizer Nati (timnas Swiss)
31. Uruguay = La Celeste (Biru Langit)
32. Yunani = Galanoleyki To Piratiko (Kapal Bajak Laut, sejak keberhasilam menjuarai Euro              2004).

Saturday, April 2, 2011

10 Bek(pemain belakang) Terbaik di Dunia Sepanjang Masa

   Bek atau pemain belakang adalah posisi yang sangat vital dalam dunia sepak bola, merekalah benteng pertahanan yang harus menjaga daerah pertahanan agar para striker lawan tidak dapat membobol pertahanan mereka dan kemudian mencetak gol. Bagi banyak orang , Bek-bek terbaik berasal dari italia, hal ini mungkin karna gaya permainan sepakbola italia memang mengandalakan pertahanannya. tapi ternyata tidak semua bek-bek terbaik di dunia berada di Italia,
Berikut adalah daftar 10 bek terbaik di Dunia sepanjang masa yang didasarkan pada prestasi dan skill rata-rata pemain selama masa bermain :

  10. Daniel Passarella (Argentina)


      Inilah pemain serba bisa dari Argentina. Jago bertahan maupun menyerang, dan membantu terciptanya peluang bagi rekan setimnya, sekaligus menyapu bersih usaha lawan-lawannya. Ia juga dikenal efektif dalam eksekusi penalti dan tendangan bebas. Dengan 134 gol dalam 451 pertandingan, ia pernah mencetak rekor sebagai bek paling haus gol sepanjang masa. Meski demikian, rekor yang sama di Serie A Italia masih menjadi miliknya hingga saat ini. Ia sering dibandingkan dengan Beckenbauer.
Prestasinya yang paling menonjol adalah dua kali juara dunia bersama Argentina, yaitu pada 1978 dan 1986. Ia juga memenangkan Liga Utama Argentina selama empat kali bersama River Plate.






  9. Giacinto Facchetti (Italia)

    Meski karirnya berawal sebagai pemain depan, Facchetti kemudian beralih menjadi salah satu bek paling efektif dalam sejarah sepakbola Italia. Rentetan gelar yang dikoleksinya antara lain adalah Scudetto pada 1963, 1965, 1966, dan 1971; Coppa Italia 1978; Piala European Champions Club (sekarang Liga Champions) 1964 dan 1965; Piala Intercontinental 1964 dan 1965, serta pemenang Euro 1968. Hebatnya lagi, semua gelar klubnya diraih bersama satu klub, yaitu Inter Milan.
Tak heran jika Pele memasukkannya dalam daftar FIFA 100.








  8. Lothar Matthaus (Jerman)

     Matthaus baru bermain sebagai pemain belakang saat usianya sudah merambah 30-an. Sebelumnya ia lebih banyak berada di lini tengah. Toh dimanapun ia bermain, Maradona menyebutnya sebagai rival terberat. Dan kenapa tidak? Tak kurang dari tujuh gelar Bundesliga pernah menjadi miliknya, ditambah dengan tiga Piala Jerman, sebuah mahkota Serie A, dua Piala UEFA, satu Kejuaraan Eropa, serta Piala Dunia. Komunitas sepakbola Jerman menobatkannya menjadi pemain terbaik pada 1990 dan 1999, dan FIFA pun tak segan memberikan gelar pemain terbaik dunia 1991 padanya.
Sayang karirnya sebagai pelatih tidak secemerlang itu. Ia dipecat dari timnas Hongaria dan Red Bull Salzburg.






7. Fabio Cannavaro (Italia)

     Kapten Italia ini merupakan bek pertama yang dinobatkan menjadi Pemain Terbaik Dunia oleh FIFA setelah Italia menjuarai Piala Dunia pada 2006. Pada tahun yang sama, ia juga memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa, dan dua kali terpilih dalam pasukan FIFPro World XI, yaitu pada 2005/06 dan 2006/07.
Sayang, walau pernah meraih gelar juara La Liga dua kali dengan Real Madrid, ia belum pernah menang di Serie A.





  6. Roberto Carlos (Brasil)

     Roberto Carlos tampil di tiga Piala Dunia bersama Brasil. Selain membawa timnya ke final 1998, ia juga menjadi pemain kunci pada saat Brasil menang empat tahun kemudian. Kontribusinya sebagai pengeksekusi tendangan bebas juga tidak bisa diremehkan, termasuk pada 3 Juni 1997, ketika ia mencetak gol dari jarak 35 m saat melawan Prancis.
Di Real Madrid, ia meraih empat gelar juara La Liga, tiga Liga Champions dan dua Piala Intercontinental. Ia juga merupakan salah satu dari enam pemain yang tampil lebih dari seratus kali di Liga Champions. Pele memasukkannya dalam daftar 125 pemain sepakbola terhebat sepanjang masa pada Maret 2004. Ia juga mendapat pengakuan sebagai legenda sepakbola internasional, dengan diberikannya Penghargaan Kaki Emas 2008.




  5. Lilian Thuram (Prancis)

      Bek Prancis paling sukses, dengan koleksi berbagai trofi dari empat klub di tiga negara, dan dua gelar internasional bersama timnas Prancis. Kemampuannya dalam membaca permainan dan menempatkan diri di lapangan membuatnya berbeda dari pemain bertahan kebanyakan.
Ia telah tampil dalam 142 pertandingan untuk Prancis, yang menjadikannya pemain yang paling sering diturunkan. Meski kurang mendapat pujian jika dibandingkan dengan bintang Prancis lainnya, seperti Zinedine Zidane dan Theirry Henry, perannya di timnas tidak kalah pentingnya. Ia membantu Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.







  4. Franco Baresi (Italia)

      Baresi menggawangi lini bertahan AC Milan dalam masa yang oleh banyak pengamat dinyatakan memiliki empat bek terbaik sepanjang sejarah, yaitu ia sendiri, Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ia juga menghabiskan seluruh karirnya di AC Milan dengan 532 pertandingan.
Ia mengoleksi enam Scudetto, tiga Piala Eropa dan Piala Dunia 1982, walau hanya sebagai cadangan. Paolo Maldini banyak berguru padanya, dan bahkan perkembangan karirnya kemudian mirip dengan Baresi. Ketika kemudian ia gantung sepatu, Milan memutuskan untuk menyimpan nomor punggung 6 yang selalu dikenakannya, sebuah penghargaan yang jarang dilakukan di Italia.






  3. Bobby Moore (Inggris)

      Pemain bertahan yang tenang, Moore banyak dipuji karena kemampuannya dalam membaca arah pertandingan dan mengantisipasi pergerakan lawan. Ia bukan bek yang hanya mengandalkan tekel keras. Pele menyebutnya sebagai pemain bertahan paling jujur yang pernah dilawannya.
Pada 29 Mei 1963, ia menerima ban kapten timnas Inggris ketika baru berusia 22 tahun, dan menjadi kapten tim senior Inggris termuda sepanjang masa. Prestasi terbesarnya adalah membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.






  2. Paolo Maldini (Italia)

      Ia tidak hanya hebat karena memiliki kesetiaan yang besar kepada klubnya, AC Milan. Lebih dari itu, ia adalah bek paling berprestasi. Bersama Milan, ia meraih tujuh Scudetto dan lima titel Liga Champions. Sebagai pemain yang paling banyak tampil untuk timnas Italia, Ia juga menjadi langganan tetap gelar pemain terbaik sepanjang karirnya. Tidak kurang dari Lilian Thuram pernah mengakui ingin sepertinya.
Satu-satunya kekurangannya adalah ia tidak pernah merasakan juara Piala Dunia.










 
1. Franz Beckenbauer (Jerman)


     Italia boleh saja menyumbangkan banyak nama dalam daftar ini. Tapi, tidak ada yang lebih patut berada di posisi puncak daripada “Sang Kaisar”. Buktinya, banyak pemain yang merasa bangga jika dibandingkan dengannya. Selain seabrek trofi yang dikoleksinya, kejeniusannyalah yang membuat ia menjadi sosok yang susah dilupakan. Sepak terjangnya di lapangan sangat elegan.
Lebih dari itu, ia adalah pemikir ulung yang membawa revolusi di dunia sepakbola dengan menciptakan peran libero menyerang. Sebelumnya, tak seorangpun pernah berpikir bahwa seorang sweeper juga perlu untuk maju untuk membantu penyerangan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan taktik ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari sepakbola modern.

Monday, March 28, 2011

Inilah Penjaga Gawang Paling Legendaris

Penjaga gawang atau sering disebut Kiper (dalam sepak bola) adalah salah satu posisi dalam berbagai olahraga berkelompok seperti sepak bola, hoki dan polo air. Tugas seorang penjaga gawang adalah mencegah bola masuk ke gawang. Penjaga gawang adalah palang pintu terakhir bagi lawan sebelum memasukkan bola ke gawang. Penjaga gawang harus memiliki:

* Insting terhadap lawan
* Refleks yang sempurna
* Bakat,
Tanpa salah satu dari tiga kriteria di atas, sulit untuk menjadi seorang penjaga gawang. Sejarah mencatat penjaga gawang yang mempunyai prestasi luar biasa, ini dia :

1. Gordon Banks (Inggris)

Gordon Banks adalah kiper paling hebat sepanjang masa versi Soccer Blog. Ia membuktikan dengan kemampuannya yang sungguh hebat dengan bakat yang luar biasa. Ia pernah menepis sundulan Pele pada piala dunia 1970 yang sudah 90% hampir masuk. Itu dinobatkan sebagai penyelamatan terhebat sepanjang masa dan Pele sendiri mengakuinya.
2. Lev Yashin (Uni Soviet/Russia)

Mungkin banyak orang yang belum pernah mendengar nama ini, karena pemain ini pun sudah meninggal. Ia memiliki refleks yang bagus dan cepat saat menepis bola. Selama berkarir dalam sepak bola, dia juga banyak memenangkan piala. Ia juga telah menepis lebih dari 150 tendangan penalti. Namun, pada tahun 1986 ia mengalami hal yang tragis. Cedera lutut kaki kanannya yang sangat parah, membuat dokter terpaksa mengamputasi kakinya dan empat tahun kemudian ia meninggal setelah mengalami komplikasi dalam pembedahan
3. Peter Schmeichel (Denmark)

Peter Schmeichel merupakan kiper terhebat karena karirnya yang sukses dan kemampuannya yang fantastis. Dengan badan tinggi besar, ia membawa Manchester United meraih treble winner pada musim 1997-1998 dan membawa Denmark juara Piala Eropa 1992. Ia pun juga telah mendapat predikat kiper terbaik dunia empat kali pada tahun 1992, 1993, 1997, 1999.

4. Dino Zoff (Italia)

Dino Zoff adalah salah satu legenda Italia dan Juventus. Ia juga merupakan salah satu kiper yang masih bermain pada saat usia 41 tahun untuk tim nasional dan clubnya. Ia pun telah mepersembahkan 6 gelar Serie A kepada Juventus dan 1 piala dunia kepada tim nasional italia

5. José Luis Chilavert (Paraguay)

José Luis Chilavert mungkin adalah kiper profesional yang paling sering membuat gol. Terbukti dengan 67 gol yang sudah dibuatnya selama berkarir menjadi kiper. Pada tahun 1999, ia memecahkan sejarah dengan mencetak hat-trick pertama yang dilakukan oleh kiper. Dia juga telah mendapat gelar kiper terbaik tahhun 1995, 1997, dan 1998. (kiper apa striker nih )
 6. Van Der Sar (Belanda)

Van Der Sar memang salah satu kiper terhebat sepanjang masa. Ia masih bermain sampai umur 40 tahun (musim 2010-2011) untuk membela Manchester United. Bersama Paul Scholes dan Ryan Giggs yang sama-sama sudah tua, mengantarkan MU menjuarai berbagai gelar. Ia menjaga gawangnya dengan tubuh yang tinggi dan tangannya yang panjang.
7. Claudio Taffarel (Brazil)

Claudio Taffarel dinobatkan sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa karena banyak gelar yang dipersembahkannya kepada tim nasional Brazil. Dengan membawa Brazil menang piala dunia 1994 dan membawa Brazil ke final pada 1998 (walaupun kalah 3-0 oleh Prancis di final) serta ia juga mengantarkan Brazil juara Copa America pada tahun 1989 dan 1997. Selain itu dia juga memiliki skill yang mumpuni sebagai kiper.
 8.David Seaman

seorang mantan pemain sepak bola berkebangsaan Inggris. Dia pernah membela klub utamanya seperti Peterborough United, Birmingham City, Queens Park Rangers, Arsenal, dan Manchester City. Ia pensiun karena peristiwa naas yang menimpanya yaitu cedera bahu yang tidak bisa sembuh saat membela Manchester City. Ia mendapat penghargaan the MBE di tahun 1977 atas keberhasilannya menjadi kiper terbaik yang pernah membela klub dan Timnas sepak bola Inggris.
Di timnas Inggris, dia bermain 75 kali.

9.Gianluigi Buffon

Kiper yang berpostur 193 Cm ini sering juga di panggil “Superman” karena aksinya di lapangan seperti seorang superman yang terbang untuk menyelamatkan bola-bola yang mengarah ke gawangnya.SuksesItalia di Piala Dunia 2006 di Jerman tak bisa di palingkan dari perannya. sepanjang turnamen itu, the Superman benar-benar menunjukan sebagai Kiper nomor 1 Dunia saat ini karena hanya kebobolan 2 gol, satu gol bunuh diri di semifinal melawan tuan rumah Jerman dan satu gol penalti di final yang di ceploskan oleh Zinedine Zidane. tak salah jika FIFA selaku pihak penyelenggara PD2006 memberikan penghargaan Lev Yashin Award (Penghargaan Untuk Kiper Terbaik di PD).
10.Oliver Kahn

penjaga gawang Jerman yang bertinggi badan 188 cm dan 86 kali memperkuat negaranya. Ia bermain untuk negaranya (sejak 1995) dan klub Bayern Munich (sejak 1994) dan 429 kali tampil untuk klub tersebut. Dia berjuluk King Kahn atau Kahn, the Titan karena cara bermain sepak bolanya. a juga berpartisipasi di Euro 1996, Euro 2000, dan Euro 2004 serta di Piala Dunia 1994, Piala Dunia 1998, Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2006. Pada Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2006 ia bukan menjadi kiper utama tapi hanya sebagai kiper pilihan kedua skuad negaranya.
Oliver Kahn merupakan salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola di Jerman dan dunia. Ia merupakan kiper yang sangat tangguh, memiliki daya juang yang tinggi dan kepemimpinan yang tegas. Terbukti ia mampu menyabet gelar kiper terbaik dunia versi IFFHS pada tahun 1999, 2000, dan 2002, serta menjadi kapten di Timnas Jerman (2001-2004) dan Bayern Munich (2002-2008).
11.Fabien Barthez

mantan pemain sepak bola asal Perancis. Ia berposisi sebagai penjaga gawang dan bertinggi badan 182 cm.
Dari tahun 1994 hingga 2006, ia memperkuat tim nasional sepak bola Perancis dan tampil sebanyak 86 kali, termasuk di Piala Dunia 2002, 2006, Euro 2004, serta menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Di tingkat klub terakhir ia bermain untuk Olympique de Marseille. Di Marseille pada tahun 1993 ia berhasil tim tersebut meraih gelar Liga Champions, mengalahkan AC Milan di final. Saat memperkuat AS Monaco, tim tersebut dua kali menjadi juara Ligue 1 (97, 00). Di Manchester United ia juga dua kali mencicipi gelar juara liga (01, 03).
Barthez terkenal akan tingkah lakunya di lapangan yang eksentrik dan reaksi yang baik, namun ia juga beberapa kali melakukan blunder pada pertandingan-pertandingan penting. Ia pensiun sebagai pemain sepak bola pada 5 Oktober 2006.
12.Ronny Paslah

Saat Timnas Brazil melakoni tur ke Asia pada 1972, Brazil yang saat itu diperkuat pesepak bola legendaris dunia asal Brazil, Pele singgah ke Indonesia. Dalam laga tersebut Indonesia kalah 1-2, tapi tetap menjadi momen terindah bagi Ronny, karena berhasil menahan eksekusi penalti Pele.
 13.Rene Higuita

Kiper Kolombia yang dijuluki “El Loco” atau Si Gila ini, memang merupakan sosok penjaga gawang kontroversial. Aksinya yang sering keluar jauh dari area pertahanan bahkan ikut serta dalam mengambil tendangan bebas maupun penalty memang sulit untuk dilupakan. Aksinya yang paling menawan adalah Scorpion Kick, kondisi di mana ketika melompat badan ditekuk ke belakang dan kaki ditarik melengkung, menahan tendangan Jamie Redknapp pada pertandingan persahabatan melawan Inggris, September 1995.

Data Pasukan yang Berjaya Di Piala Dunia 2010

Berikut ini adalah sekilas tentang profil dan kisah 32 tim peserta piala dunia 2010 Afrika Selatan seperti yang dipublikasikan oleh Bola.net


GRUP A
Afrika Selatan
Bila mengintip pada peringkat FIFA, Afsel hanya berada di urutan 85, sangat jauh untuk bisa masuk jajaran tim elit dunia. Namun keberadaanya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 menjadikan tim berjuluk Bafana Bafana ini punya keuntungan berupa dukungan melimpah dari para suporternya yang fanatik. Fakta sejarah juga sering membuktikan sangat jarang tuan rumah gagal menembus empat besar.
Asosiasi : SAFA
Peringkat FIFA : 85 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 3 (1998, 2002, 2010)
Prestasi terbaik : putaran pertama (1998 dan 2002)
Pelatih : Carlos Alberto Parreira (Brasil)
Kapten : Aaron Mokoena
Pemain andalan : Steve Pienaar, Tsepo Masilela, Benny McCarthy

Meksiko
Meksiko hampir tidak pernah absen di Piala Dunia (PD), fakta tersebut membuatnya menjadi salah satu tim terkuat di Amerika Utara. Dari 19 edisi yang pernah digelar, hanya tiga kali timnas berjuluk El Tri itu gagal menembus putaran final. Di Afsel, pasukan Javier Aguiere ini tentu membidik hasil terbaik. Setidaknya, mereka berharap bisa memperbaiki rekor mereka di empat edisi terakhir, di mana langkah mereka selalu terhenti di putaran kedua.
Asosiasi : FEMEXFUT
Peringkat FIFA : 17 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 14 (1930, 1950, 1958, 1962, 1966, 1970, 1974, 1978, 1986, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : Perempat final (1970, 1986)
Pelatih : Javier Aguirre
Kapten : Rafael Marquez
Pemain andalan : Giovani dos Santos, Andres Guardado, Gerardo Torrado, Carlos Salcido.

Uruguay
Uruguay pernah menjadi yang terkuat pada Piala Dunia 1930. Namun, memori manis di kandang sendiri pada Piala Dunia pertama itu hanya menjadi bagian sejarah masa silam yang sulit diulangi Uruguay di Piala Dunia berikutnya. Di Grup A, Uruguay berpeluang lolos ke babak selanjutnya. Sebab, selain Prancis, dua pesaing lainnya, tuan rumah Afsel dan Meksiko, relatif sepadan kemampuannya
Asosiasi : UAF
Peringkat FIFA 30 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 11 (1930, 1950, 1954, 1962, 1966, 1970, 1974, 1986, 1990, 2002, 2010)
Prestasi terbaik : Juara (1930, 1950)
Pelatih : Oscar Tabarez
Kapten : Diego Lugano
Pemain andalan : Diego Forlan, Luis Suarez, Martin Caceres

Prancis
Terseok-seok di babak kualifikasi dan lolos lewat gol kontroversial, oleh handsball Henry, di babak play-off bukan berarti Le Bleus bisa dipandang sebelah mata. Prancis dihuni oleh banyak pemain-pemain hebat yang merumput di liga-liga utama Eropa. Bukan hal yang mustahil bila Tim Ayam Jantan ini akan mengulang prestasi ke final seperti di Jerman empat tahun silam.
Peringkat FIFA : 7 (Desember 2009)
Asosiasi : FFF
Rekor penampilan : 13 (1930, 1934, 1938, 1954, 1958, 1966, 1978, 1982, 1986, 1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : juara (1998)
Pelatih : Raymond Domenech
Kapten : Thierry Henry
Pemain andalan : Frank Ribery, Nicolas Anelka, Yoann Gourcuff

GRUP B
Argentina
Memiliki pemain terbaik dunia, Lionel Messi, merupakan keunggulan tersendiri bagi Tim Tango, meski mereka terseok-seok di Pra-Piala Dunia karena strategi aneh yang diterapkan sang pelatih, Maradona. Namun yang perlu perhatikan adalah fakta dimana peraih Ballon d'Or dan FIFA Player of The Year jarang yang sukses bersinar di Piala Dunia.
Asosiasi : AFA
Peringkat FIFA : 8 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 15 (1930, 1934, 1958, 1962, 1966, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : Juara (1978, 1986)
Pelatih : Diego Maradona
Kapten : Javier Mascherano
Pemain andalan : Lionel Messi, Sergio Aguero, Carlos Tevez

Nigeria
Nigeria pernah menjadi simbol kekuatan Afrika di Piala Dunia1994. Dalam debutnya saat itu, Generasi emas Nigeria macam Sunday Oliseh, Victor Ikpeba, dan Agustine “jay jay” Okocha dengan lolos ke babak kedua.
Di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 Nigeria tampil cukup meyakinkan. Mereka sukses menduduki puncak grup kualifikasi fase akhir, dengan tak terkalahkan. Hanya memang, bersaing dengan Argentina, Korea Selatan, dan Yunani di Grup B, tentu bukan pekerjaan mudah bagi mereka.
Asosiasi : NFA
Peringkat FIFA : 22 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 4 (1994, 1998, 2002, 2010)
Prestasi terbaik : 16 besar (1994, 1998)
Pelatih : Shaibu Amodu
Kapten : Nwankwo Kanu
Pemain andalan : Obafemi Martins, Jon Obi Mikel, Joseph Yobo, Aiyegbeni Yakubu

Korea Selatan
Ini adalah kali keenam partisipasi Korsel di Piala Dunia, prestasi terbaik ”Taeguk Warriors" adalah menembus semifinal saat menjadi tuan rumah bersama Jepang, di tahun 2002. Korsel boleh saja percaya diri menatap Piala Dunia 2010 ini, pasalnya selain Park Ji—Sung, pemain Manchester United, Korsel juga masih memiliki gelandang muda Ki Sung-Jueng, yang memperkuat Celtic (Skotlandia). Selain itu, masih ada Lee Chung-Yong dan Cho Won-Hee, dua penggawa muda mereka yang tampil di Liga Primer Inggris, bersama Bolton Wanderers dan Wigan Athletic.
Asosiasi : KFA
Peringkat FIFA : 52 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 8 (1954, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : semifinal (2002)
Pelatih : Huh Jung-Moo
Kapten : Park Ji-Sung
Pemain andalan : Seol Ki-Hyeon, Park Chu-Young, Lee Chung-Yong

Yunani
Masih banyak yang menganggap bahwa keikutsertaan mereka tidak lebih dari sekedar pelengkap jatah zona UEFA. Tidak ada keistimewaan khusus yang membuat Yunani pantas disegani ataupun diwaspadai. Meskipun, status underdog itu kadang banyak membantu menurunkan tekanan. Bagi Yunani, Piala Dunia Afrika Selatan, merupakan partisipasi mereka untuk kedua kalinya dalam sejarah. Namun, tentu, kali ini mereka tak ingin kembali rnendapat hasil buruk seperti di edisi pertama, Piala Dunia 1994.
Asosiasi : HFF
Peringkat FIFA : 13 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 2 (1994, 2010)
Prestasi terbaik : putaran pertama (1994)
Pelatih : Otto Rehhagel (Jerman)
Kapten : Giorgios Karagounis
Pemain andalan : Giorgios Samaras, Theofanis, Gekas, Alexandros Tziolis

GRUP C
Inggris
Setelah menjuarai Piala Dunia 1996, Inggris tak pernah lagi menoreh sukses di ajang besar yang mereka ikuti. Kegagalan menembus putaran final Piala Eropa 2008 bahkan seperti menambah panjang kekecewaan publik “Negeri Ratu Elizabeth” ini. Namun Performa sempurna di Pra Piala Dunia 2010 kali ini membawa angin segar, racikan pelatih asal Italia Fabio Capello sangat tepat. The Three Lions tinggal berharap Dewi Fortuna berpihak kepada mereka.
Asosiasi : FA
Peringkat FIFA : 9 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 13 (1950, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1982, 1986, 1990, 1998, 2002, 206, 2010)
Prestasi terbaik : juara (1966)
Pelatih : Fabio Capello (Italia)
Kapten : John Terry
Pemain andalan : Wayne Rooney, Steven Gerrard, Frank Lampard, John Terry

Amerika Serikat
The Sam’s Army lebih sering dianggap sebagai kuda hitam ketimbang unggulan. Terakhir, prestasi terbaik mereka hanya menembus perempat final di Piala Dunia 2002. Peluang AS untuk setidaknya lolos ke babak kedua terbuka sangat lebar, hal ini dikarenakan di Grup C hanya dihuni oleh Aljazair dan Slovenia, otomatis Amerika Serikat hanya perlu waspada terhadap Inggris.
Asosiasi : USSF
Peringkat FIFA : 14 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 9 (1930, 1934, 1950, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : semifinal (1930)
Pelatih : Bob Bradley
Kapten : Carlos Bocanegara
Pemain andalan : Landon Donovan, Tim Howard, Oguchi Onyewu, Clint, Dempsey

Aljazair
Pengalaman berlaga di Piala Dunia 1982 dan 1986 secara tidak langsung memberi injeksi spirit tersendiri bagi Yazid Mansouri dkk. Hasil akhir di dua edisi itu memang menempatkan Aljazair sebagai juru kunci di fase grup. Namun, Aljazair sempat menorehkan kejutan. Dengan materi pemain yang banyak merumput di Eropa, seperti sang kapten, Yazid Mansouri (Lorient/Prancis), Nadir Belhaj (Portsmouth/Inggris), Karim Ziani (Wolfsburg/Jerman), ataupun Madjid Bougherra (Rangers/Skotlandia), Aljazair optimistis bisa bicara banyak.
Asosiasi : FAF
Peringkat FIFA : 26 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 3 (1982, 1986, 2010)
Prestasi terbaik : putaran pertama (1982, 1986)
Pelatih : Rabah Saadane
Kapten : Yazid Mansouri
Pemain andalan : Yazid Mansouri, Karim Ziani, Nadir Belhadj, Hassan Yebda

Slovenia
Materi pemain Slovenia tak bisa dianggap remeh. Memiliki duet penyerang tajam yang merumput di Bundesliga Jerman. Milivoje Novakovic yang membela FC Koeln dan Zlatko Dedic, penyerang VfL Bochum menjadi modal Slovenia untuk bersaing di Grup B.
Asosiasi : NZS
Peringkat FIFA : 31 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 2 (2002, 2010)
Prestasi terbaik : putaran pertama (2002)
Pelatih : Matjaz Kek
Kapten : Robert Koren
Pemain andalan : Milivoje Novakavic, Bostjan Cesar, Zlatko Dedic, Samir Handanovic

GRUP D
Jerman
Sepanjang sejarah, Der Panzer selalu mampu lolos dari penyisihan grup. Walau tidak meraih juara, setidaknya finish di posisi ketiga di Piala Dunia 2006 dan runner-up Euro 2008 menjadi statistik yang patut diperhitungkan lawan-lawan. Bermodalkan sikap pantang menyerah dan mentalitas kokoh, juara di Afsel bukan hal mustahil untuk dicapai Jerman.
Asosiasi : DBF
Peringkat FIFA : 6 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 17 (1934, 1938, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : juara (1954, 1974, 1990)
Pelatih : Joachim Loew
Kapten : Michael Ballack
Pemain andalan : Philipp Lahm, Lukas Podolski, Bastian Schweinsteiger

Australia
Australia baru dua kali tampil di Piala Dunia: 1974 dan 2006. Dan penampilan kedua terjadi empat tahun lalu, ketika Socceroos mengejutkan banyak kalangan dengan malaju hingga ke babak 16 besar. Padahal, Australia satu grup bersama Brasil, Kroasia, dan Jepang. Di Piala Dunia 2010, Australia masih mengusung mayoritas skuad empat tahun lalu. Kemampuan Lucas Neill dkk pun dianggap masih kompetitif di level dunia. Namun pelatihnya kini bukan Hiddink, Australia mendatangkan pelatih lain dari Belanda melatih yang mirip-mirip Hiddink, Pim Verbeek.
Asosiasi : FFA
Peringkat FIFA : 21 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 3 (1974, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : babak 16 besar (2006)
Pelatih : Pim Verbeek (Belanda)
Kapten Lucas Neill
Pemain andalan : Tim Cahill, Harry Kewell, Mark Bresciano

Serbia
Serbia mengawali karir sepakbolanya sebagai tim negara yang merdeka pada tanggal 16 Agustus 2006. Sebelumnya, mereka masih ”menumpang" dengan gerbong Yugoslavia. Dan terakhir, di Piala Dunia 2006, negara Balkan ini masih bergabung bersama Montenegro dan mengusung nama Serbia Montenegro. Serbia memiliki materi pemain yang tak bisa diremehkan. Kekuatan mereka ada di lini belakang dan tengah. Di lini pertahanan, pelatih Radomir Antic cukup nyaman dengan kehadiran dua bek tengah andalannya, Nemanja Vidic dan Branislav lvanovic.
Asosiasi : FAS
Peringkat FIFA : 19 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 11 (1930, 1950, 1954, 1958, 1962, 1974, 1982, 1990, 1998, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : semifinal (1930, 1962)
Pelatih : Radomir Antic
Kapten : Dejan Stankovic
Pemain andalan : Nemanja Vidic, Branislav Ivanovic, Danko Lazovic, Aleksandar Kolarov

Ghana
Tampil sebagai debutan, Ghana jadi tim Afrika satu-satunya yang lolos ka babak 16 besar. Padahal, mereka satu grup dengan dua tim kuat, Brasil dan Republik Ceko. Ghana merupakan salah satu tumpuan publik Afrika untuk membuat kejutan 2010. setidaknya mengulang hasil empat tahun lalu.
Asosiasi : GFA
Peringkat FIFA : 34 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 3 (1950, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : perempatfinal (1950)
Pelatih : Milovan Rajavec (Serbia)
Kapten : Stephen Appiah
Pemain andalan : Michael Essien, Sulley Muntari, Asamoah Gyan

GRUP E
Belanda
Belanda tak pernah kekurangan pemain berbakat, namun sayangnya seret prestasi. Sepertinya, Belanda memang butuh keberuntungan agar kekuatan yang meraka miliki bisa terwujud menjadi nyata. Rekor kemenangan 100 persen sepanjang kualifikasi menunjukkan kualitas tim, begitu pula rekor kebobolan yang membuktikan pertahanan Belanda tidaklah seburuk yang diperkirakan. Kini, tinggal menunggu saja kiprah Belanda di Afrika Selatan. Akankah mereka kembali harus gagal sebelum ke final, atau malah meraih gelar pertama di saat turnamen ini digelar pertama kali di benua Afrika.
Rekor penampilan : 8 (1938, 1974, 1978, 1990, 1994, 1998, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : peringkat kedua (1974, 1978)
Peringkat FIFA : 3 (Desember 2009)
Asosiasi : KNVB
Pelatih : Bert van Marwijk
Kapten : Giovanni van Bronckhorst
Pemain andalan : Robin van Persie, Wesley Sneijder, Arjen Robben

Denmark
Kelemahan Denmark adalah posisi penyerang utama. Tak banyak pilihan yang dimiliki, Nicklas Bendtner biasanya menempati pilihan utama, tapi rentan cedera. John Dahl Tomasson adalah pilihan lain, tapi penampilannya macet di angka 51 gol, kurang satu dari rekor 52 gol di timnas Denmark. Sejak Februari 2008, Tomasson tak lagi mempersembahkan gol di timnas.
Asosiasi : Dansk Boldspil-Union (DBU)
Peringkat FIFA : 28 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 4 (1986, 1998, 2002, 2010)
Prestasi terbaik : perempat final (1998)
Pelatih : Morten Olsen
Kapten : jon Dahl Tomasson
Pemain andalan : Martin Jorgensen, Daniel Agger, Thomas Sorensen

Jepang
Target tinggi sudah. dicanangkan pelatih Takeshi Okada: melaju hingga babak semifinal. Selama ini, prestasi terbaik tim Asia hanya diukir Korea Selatan pada Piala Dunia 2002. Mereka menempati posisi keempat. Saat itu, Jepang hanya mampu bertahan di babak 16 besar. Di setiap edisi Piala Dunia, Jepang selalu memiliki gelandang dengan kualitas bagus seperti Hidetoshi Nakata atau Shinji Ono. Tahun ini, Shunsuke Nakamura pegang kendali. Dia akan mendapat sokongan besar dari Pemain Terbaik Asia 2009, Yasuhito Endo.
Asosiasi : JFA
Peringkat FIFA : 43 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 4 (1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : babak 16 besar (2002)
Pelatih : Takeshi Okada
Kapten : Yuji Nakazawa
Pemain andalan : Shunsuke Nakamura, Yasuhito Endo, Keiji Tamada

Kamerun
Kamerun memiliki pemain-pemain bagus di Piala Dunia 2010. Kiper Carlos Kameni jadi pilihan nomor satu di klubnya, Espanyol. Begitu juga dengan bek yang bisa beroperasi sebagai gelandang bertahan, Alexandre Song, di Arsenal. Ditambah Jean Makoun {Lyon) dan tentu saja striker Samuel Eto'o yang merumput di Inter Milan, Kamerun menjelma menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.
Asosiasi : Fecafa
Peringkat FIFA : 11
Rekor penampilan : 6 (1982, 1990, 1994, 1998, 2002, 2010)
Prestasi terbaik : Perempat final (1990)
Pelatih : Paul Le Guen (Prancis)
Kapten : Samuel Eto'o
Pemain andalan : Alexandre Song, Jean II Makoun, Carlos Kameni

GRUP F
Italia
Sanga juara bertahan akan berjuang mempertahankan Piala Dunia dengan kenangan empat tahun lalu. Dengan komposisi yang nyaris sama, mulai dari pelatih hingga beberapa anggota skuad. Dalam sejarah Piala Dunia, Italia adalah satu dari sedikit tim yang memiliki mental juara. Lippi optimistis dengan kekuatan pasukannya di Piala Dunia 2010 ini. Bergabung di Grup E bersama Paraguay Selandia Baru, dan Slowakia, Italia diyakini akan lebih mudah melenggang ke babak berikut.
Rekor penampilan : 17 (1934, 1938, 1950, 1954, 1962, 1966, 1970, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : juara (1934, 1938, 1982, 2006)
Peringkat FIFA : 4 (Desember 2009)
Asosiasi : FIGC
Pelatih Marcello Lippi
Kapten : Fabio Cannavaro
Pemain andalan : Alberto Gilardino, Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon

Paraguay
Paraguay tampil cukup memukau di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Conmebol atau Amerika Selatan. Mereka berada di urutan kedua, tepat di bawah Brasil, dengan hanya selisih satu poin. Kehadiran pelatih Gerardo Martino memberikan angin segar bagi tim berjulukan ”La Albirroja” itu. Kekuatan Paraguay ada pada lini pertahanan mereka. Mereka hanya kebobolan 16 gol dari 18 pertandingan selama kualifikasi Piala Dunia 2010.
Asosiasi : APF
Peringkat FIFA : 29 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 8 (1930, 1950, 1958, 1986 , 1998 , 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : babak 16 besar (1986, 1998, 2002)
Pelatih : Gerardo Martino (Argentina)
Kapten : Justo Villar
Pemain andalan : Roque Santa Crus, Nelson Haedo Valdez, Denis Caniza

Selandia Baru
Selandia Baru lolos ke Afrika Salatan setelah menyingkirkan tim asal Asia, Bahrain, di laga play-0ff. Ini jadi pengalaman kedua tim barjulukan ”All Whites” di Piala Dunia setelah 1982 lalu. Di penampilan perdananya, Selandia Baru memang benar-benar jadi lumbung gol. Tim asuhan Ricki Herbert mengandalkan kekuatan fisik dan kerja keras. Selandia Baru juga dikenal sebagai tim yang kerap memaksimalkan set piece. Minimnya pengalaman pemain berlaga di ajang internasional juga bisa menjadi hal yang menyulitkan mereka.
Asosiasi : NZF
Peringkat FIFA : 82 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 2 (1982, 2010)
Prestasi terbaik : babak pertama (1982)
Pelatih : Ricki Herbert
Kapten : Ryan Nelsen
Pemain andalan : Chris Killen, Tim Brown, Simon Elliott

Slovakia
Tampil sebagai debutan tidaklah menjadikan Slowakia menjadi tim yang diremehkan. Pasalnya secara materi pemain, Slowakia sebenarnya memiliki pemain-pemain hebat. Di depan striker Robert Vittek yang kini merumput di Lille akan menjadi tumpuan untuk mencetak gol, sementara bek Martin Skrtel yang jadi tulang punggung lini belakang Liverpool akan menjadi benteng yang kokoh. Di tengah, mereka memiliki gelandang energik yang bermain di Napoli, Marek Hamsik dan anak pelatih timnas yang merumput di Bolton Wanderers setelah dipinjamkan Manchester City, Vladimir Weiss.
Asosiasi : SFA
Peringkat FIFA : 33 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 1 (2010)
Pelatih : Vladimir Weiss
Kapten : Marek Hamsik
Pemain andalan : Stanislav Sestak, Robert Vittek, Martin Skrtel

GRUP G
Brasil
Jangan berharap akan melihat permainan Brasil yang indah seperti dulu di Piala Dunia 2010. Brasil di bawah asuhan Carlos Dunga cenderung bermain pragmatis. Namun dengan hadirnya bintang-bintang sekaliber Ricardo Kaka, Alexandre Pato, Robinho, Luis Fabiano, Ronaldinho, dan lainnya, menjadikan Brasil pantas diunggulkan. Perjalanan Brasil ke final pun terbilang impresif babak kualifikasi, dengan hanya kalah dua kali dan mantap menjadi juara grup.
Asosiasi : CBF
Peringkat FIFA : 2 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 19 (1930, 1934, 1938, 1950, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : juara (1958, 1962, 1970, 1994, 2002)
Pelatih : Carlos Dunga
Kapten : Lucio
Pemain andalan : Ricardo Kaka, Luis Fabiano, Robinho

Korea Utara
Dengan mayoritas pemain yang berkutat di dalam negeri dan selalu dijejali doktrin mempersembahkan yang terbaik untuk negara khas negara komunis, bisa jadi Korut akan tampil mengejutkan di Afrika Selatan nanti. Arab Saudi dan Iran yang menjadi langganan peserta Piala Dunia telah merasakan bagaimana besarnya semangat bertanding yang tak kenal menyerah tim berjuluk Chollima ini.
Asosiasi : KFA
Peringkat FIFA : 86 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 2 (1966, 2010)
Prestasi terbaik : perempat final (1966)
Pelatih : Kim Jong Hun
Kapten : Nam Sung Chol
Pemain andalan : Jong Tae Se, Ahn Young Hak, Ri Kwang Chon

Pantai Gading
Hanya ada satu pemain Pantai Gading yang bermain di kompetisi lokal, yaitu kiper cadangan Vincent Angban. Selebihnya adalah nama-nama yang menghiasi belantika sepak bola Eropa. Didier Drogba dan Salomon Kalou (Chelsea), Yaya Toure (Barcelona), Didier Zokoro (Sevilla), Emmanuel Eboue (Arsenal), Kolo Touer (Manchester City), dan Arthur Boka (Stuttgart) adalah deretan pemain bertalenta tinggi milik Pantai Gading.
Asosiasi : FIF
Peringkat FIFA : 16 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 2 (2006, 2010)
Prestasi terbaik : babak pertama (2006)
Pelatih : Vahid Halilhodzic (Bosnia-Herzegovina)
Kapten : Didier Drogba
Pemain andalan : Kolo Toure, Didier Zokora, Salomon Kalou, Yaya Toure

Portugal
Portugal memang masih difavoritkan, tapi tak sedikit pula yang memprediksi Portugal bakal terdepak dan kalah bersaing dengan Pantai Gading. Keberadaan Cristiano Ronaldo, pemain terbaik Eropa dan dunia pada 2008. dan pemain lain seperti Pepe, Deco, Simao Sabrosa, Ricardo Carvalho dan lainnya cukup sebagai jaminan bagi Portugal untuk berlaga di Piala Dunia 2010.
Asosiasi : FPF
Peringkat FIFA : 5 (Desember 2009)
Rekor Penampilan : 5 (1966, 1986, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : semifinal (1966, 2006)
Pelatih : Carlos Queiroz
Kapten : Cristiano Ronaldo
Pemain andalan : Liedson, Simao Sabrosa, Ricardo Carvalho

GRUP H
Spanyol
Spanyol di bawah asuhan Vicente Del Besqaue merupakan sebuah tim yang ideal. Semua pemain berada dalam periode puncak. Dengan inti yang mayoritas berasal dari Barcelona, permainan cepat dari kaki ke kaki merupakan ciri khas sekaligus senjata dari permainan Spanyol. Dari lini per lini, tak pelak area tengah menjadi pusat kekuatan Spanyol. Alur serangan yang mengalir dari kaki para gelandang serang yang kreatif seperti, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Selain kreatif, lini tengah Spanyol pun terbilang produktif dalam urusan gol. Hanya kebobolan lima gol saat kualifikasi juga menjadi bukti kekuatan barisan pertahanan Spanyol yang dikawal deretan benteng kokoh seperti Ramos, Puyol dan Casillas.
Asosiasi : RFEF
Peringkat FIFA : 1 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 13 (1934, 1950, 1962, 1966, 1978, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : peringkat keempat (1950)
Palatih : Vincente de Bosque
Kapten : Iker Casillas
Pemain andalan : Fernando Torres, DavidVila, Xavi Hernandez, Cesc Fabregas

Swiss
Di bawah asuhan si tangan dingin Ottmar Hitzfeld, skuad Swiss mengandalkan kombinasi antara pemain berusia yang kenyang pengalaman dengan penggawa muda. Hasil selama babak kualifikasi membuktikan jika racikan Hitzfeld luar biasa. Timnas Swiss memiliki deretan pemain-pemain muda yang tengah bersinar di klubnya masing-masing. Antara lain Eren Derdiyok, Tranquillo Barnetta (keduanya bermain di Bayer Leverkusen) serta kiper Diego Benaglio (VfL. Wolfsburg).
Asosiasi : SFA
Peringkat FIFA : 18 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 9 (1934, 1938, 1950, 1954, 1962, 1966, 1994, 2006, 2010)
Prestasi terbaik : Perempat final (1934, 1938, 1954)
Pelatih : Ottmar Hitzfeld (Jerman)
Kapten : Alexander Frei
Pemain andalan : Tranquillo Barnetta, Gokhan Inler, Diego Benaglio, Philippe Sanderos

Honduras
Honduras memang belum banyak bicara di leval dunia.Tapi di zona CONCACAF, prestasi Honduras cukup mengkilap. Piala Dunia 2010 adalah pengalaman kedua Honduras. Terakhir, mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 1982 di Spanyol. Kala itu, meski gagal melaju ke putaran berikutnya, Honduras sempat membuat tim unggulan ketakutan salah satunya dengan menahan tuan rumah Spanyol 1-1.
Asosiasi : FNAFH
Peringkat FIFA : 37 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 2 (1982, 2010)
Prestasi terbaik : babak pertama (19820
Pelatih : Reinaldo Rueda (Kolombia)
Kapten : Amando Guevara
Pemain andalan : Carlos Pavon, David Suazo, Wilson Palacios

Cile
Terakhir, mereka tampil di Piala Dunia 1998 dengan dua bintang besarnya, Marcelo Salas dan Ivan Zamorano. Kini, mereka datang dengan bintang seperti, Matias Fernandez, Alexis Sanchez, dan Humberto Suazo. Di bawah asuhan Marcelo Bielsa, Cile tampil rapi, dengan 10 kemenangan dan 32 gol yang tercetak bisa membuktikan produktivitas mereka. Cile adalah tim bertipe menyerang.
Asosiasi : FFC
Peringkat FIFA : 15 (Desember 2009)
Rekor penampilan : 8 (1930, 1950, 1962, 1966, 1974, 1982, 1998, 2010)
Prestasi terbaik : semifinal (1962)
Pelatih : Marcelo Bielsa (Argentina)
Kapten : Claudia Bravo
Pemain andalan : Humberto Suazo, Alexis Sanchez, Matias Fernanfez.

40 lagenda bola sepak terbaik dunia

1.Pele (Brazil)
2.Ronaldo (Brazil)
3.Romario (Brazil)
4.Luis Figo (Portugal)
5.Zinedine Zidane (France)
6.Diego Maradona (Argentina)
7.Lothar Matthaus (Germany)
8.Gerd Muller (Germany)
9.Franz Beckenbauer (Germany)
10.Cafu (Brazil)
11.Roberto Carlos (Brazil)
12.Marco van Basten (Holland)
13.Michel Platini (France)
14.Rivaldo (Brazil)
15.Paolo Maldini (Italy)
16.Zico (Brazil)
17.Raul (Spain)
18.Ruud Gullit (Holland)
19.Eusebio (Portugal)
20.Ferenc Puskas (Hungary)
21.Johan Cruyff (Holland)
22.Alfredo di Stefano(Argentina)
23.Bobby Charlton (England)
24.Jurgen Klinsmann (Ger)
25.Kenny Dalglish (Scotland)
26.Ali Daei (Iran)
27.Karl-Heinz Rummenigge (Ger)
28.Gabriel Batistuta (Argentina)
29.Michael Laudrup (Denmark)
30.Hristo Stoichkov (Bulgaria)
31.Dennis Bergkamp (Holland)
32.Frank Rijkaard (Holland)
33.Thierry Henry (France)
34.Pavel Nedved (Czech Rep)
35.Gheorghe Hagi (Romania)
36.Peter Schmeichel(Denmark)
37.Andrei Shevchenko (Ukraine)
38.Sepp Maier (Germany)
39.Didier Deschamps (France)
40.Lilian Thuram (France)